Pemikiran Muhammad Natsir tentang Pendidikan Islam

Mislaini Mislaini

Abstract


Mohammad Natsir adalah tokoh yang menggagas pembaharuan pendidikan Islam yang berbasis al-Qurân dan al-­Sunnah. Dengan berbasis al-Qurân dan al­-Sunnah, maka pendidikan Islam harus bersifat integral, harmonis, dan universal, mengembangkan segenap potensi manusia agar menjadi manusia yang bebas, mandiri sehingga mampu melaksanakan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi. Selanjutnya, konsep pendidikan integral, harmonis dan universal tersebut oleh Natsir dihubungkan dengan misi ajaran Islam sebagai agama yang bersifat universal. Menurut Natsir, bahwa Islam bukan sekedar agama dalam pengertian yang sempit yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan saja, melainkan juga mengatur hubungan manusia dengan manusia. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan pendidikan Islam tersebut menurut pandangan Mohammad Natsir semestinya kurikulum pendidikan dapat disusun dan dikembangkan secara integral dengan mempertimbangkan kebutuhan umum dan kebutuhan khusus sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh peserta didik, sehingga akan tertanam sikap kemandirian bagi setiap peserta didik dalam menyikapi realitas kehidupannya. Dengan menggunakan kurikulum pendidikan yang integral maka proses transformasi ilmu pada peserta didik dapat ditempuh melalui tiga tingkatan yaitu: metode hikmah, mauidzah dan mujadalah. Ketiga metode tersebut bersifat landasan normatif dan diterapkan dalam tataran praktis yang dapat dikembangkan dalam berbagai model sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi peserta didik. Dalam pandangan Natsir, dari beberapa metode yang diungkapkan di atas, terlihat metode hikmah lebih berorientasi pada kecerdasan dan keunggulan. Metode ini memiliki cakupan yangsangat luas, meliputi kemampuan memilih saat yang tepat untuk melangkah, mencari kontak dalam alam pemikiran guna dijadikan titik bertolak, kemampuan memilih kata dan cara yang tepat, sesuai dengan pokok persoalan, sepadan dengan suasana serta keadaan orang yang dihadapi. Natsir menambahkan bahwa implikasi metode hikmah ini akan menjelma dalam sikap dan tindakan.


Keywords


Pendidikan Islam

Full Text:

PDF

References


Departemen Agama RI, al-Qurân dan Terjemahnya, Bandung: CV. Diponegoro, 2006

Arif, Muhammad, Pendidikan Islam Transformatif, Yogyakarta: LKIS, 2008

Abdullah, M. Amin, Studi Agama; Normativitas Atau Historisitas, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2004

Azra, Azyumardi, Integrasi Ilmu Agama dan Umum; Gagasan Solusi, Makalah, disampaikan pada acara Studium General IAIN Alauddin Makasar, 25 Agustus 2004

Arifin, Anwar , Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam Undang-undang Sisdiknas, Jakarta: Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam, 2003

Departemen Agama RI, Tabloid Madrasah, No.3/Oktober 2005, h.3

Marimba, Ahmad D., Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: al-ma’arif, 1980

Mulyadi, Seto dalam “Guru Harus Bisa Menyenangkan Murid” Harian Haluan, Padang, 30 Mei 2009

Nata, Abuddin, Tokoh-tokoh Pembaharuan Pendidikan Islam Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005

____________, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Logos, 2001

Nawawi, Hadari, Pendidikan Islam, Surabaya: al-Ikhlas, 1993

Natsir, Mohammad, Capita Selekta, Jakarta: Bulan Bintang, 1973


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pendidikan Islam STAI Yastis Padang telah terdaftar/terindeksasi pada :