KONSEP DASAR INTEGRASI IMTAQ DAN IPTEK DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Muhammad Kosim

Abstract


Dalam perspektif pendidikan nasional, upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan tersebut tidaklah hanya tugas dan tanggung jawab guru pada mata pelajaran PAI semata, akan tetapi seluruh guru yang mengampu mata pelajaran yang ada. Persoalannya adalah, di antara mata pelajaran yang diterapkan di setiap jenjang pendidikan cenderung mengalami dikotomi ilmu. Di antara beberapa mata pelajaran yang diterapkan biasanya dikelompokkan menjadi dua kategori: ilmu umum dan ilmu agama. Mata pelajaran yang tergolong ilmu agama justru jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mata pelajaran umum. Pada madrasah, mata pelajaran agama hanya 30% sementara mata pelajaran umum mencapai 70%. Apalagi pada sekolah, mata pelajaran agama hanya diterapkan dua jam dan lebih 30 mata pelajaran lainnya adalah mata pelajaran umum.[1] Padahal, upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari mata pelajaran agama tersebut.


[1] Kebijakan dimulai sejak terbitnya SKB Tiga Menteri (Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Dalam  Negeri) Nomor 6 Tahun 1975 yang salah satu isinya adalah kurikulum Madrasah harus 70% umum dan 30% agama. Lihat Azyumardi Azra, Dina Afriyanty, dan Robert W. Hefner, “Pesantren and Madrasa: Muslim Schools and National Ideals in Indonesia”, dalam Robert W. Hefner and Muhammad Qasim Zaman, Schooling Islam; The Culture and Politcs of Modern Muslim Education, (Oxford: Princeton University Press), p. 186

Dalam perspektif pendidikan nasional, upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan tersebut tidaklah hanya tugas dan tanggung jawab guru pada mata pelajaran PAI semata, akan tetapi seluruh guru yang mengampu mata pelajaran yang ada. Persoalannya adalah, di antara mata pelajaran yang diterapkan di setiap jenjang pendidikan cenderung mengalami dikotomi ilmu. Di antara beberapa mata pelajaran yang diterapkan biasanya dikelompokkan menjadi dua kategori: ilmu umum dan ilmu agama. Mata pelajaran yang tergolong ilmu agama justru jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mata pelajaran umum. Pada madrasah, mata pelajaran agama hanya 30% sementara mata pelajaran umum mencapai 70%. Apalagi pada sekolah, mata pelajaran agama hanya diterapkan dua jam dan lebih 30 mata pelajaran lainnya adalah mata pelajaran umum.[1] Padahal, upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari mata pelajaran agama tersebut.


[1] Kebijakan dimulai sejak terbitnya SKB Tiga Menteri (Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Dalam  Negeri) Nomor 6 Tahun 1975 yang salah satu isinya adalah kurikulum Madrasah harus 70% umum dan 30% agama. Lihat Azyumardi Azra, Dina Afriyanty, dan Robert W. Hefner, “Pesantren and Madrasa: Muslim Schools and National Ideals in Indonesia”, dalam Robert W. Hefner and Muhammad Qasim Zaman, Schooling Islam; The Culture and Politcs of Modern Muslim Education, (Oxford: Princeton University Press), p. 186


Keywords


Pendidikan Islam

Full Text:

PDF

References


Abidin, Zainal, dkk (ed.), Integrasi Ilmu dan Agama; Interpretasi dan Aksi, Bandung: Mizan, 2005

Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004, cet. ke-4

Bakry, Oemar, Tafsir Rahmat, Semarang: Toha Putra,1984, cet. ke-3

Departemen Agama Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar

dan Menengah Pembinaan Pendidikan Agama dan Akhlak Mulia,

Pemberdayaan Sekolah Berwawasan IMTAQ, Jakarta: 2007,

(http://man2madiun.net/userfiles/file/IMTAQ.pdf)

Departemen Pendidikan Nasional, Pedoman Khusus Pengembangan

Silabus Berbasis Kompetensi SMP Mata Pelajaran Pendidikan Agama

Islam, Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, 2004

___________, Kamus Besar Bahasa Indonesia; Jakarta: Balai Pustaka, 2002

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengan Bagian Proyek Peningkatan Wawasan Keagamaan Guru, Naskah Keterkaitan 10 Mata Pelajaran di SMU dengan IMTAQ, Jakarta: 2003

Hefner, Robert W. and Muhammad Qasim Zaman, Schooling Islam; The Culture and Politcs of Modern Muslim Education, Oxford: Princeton University Press

Hamka, Tafsir al-Azhar juz XXX, Jakarta: Pustaka Panjimas, 2002

HM, Noor Amin S. Sy, Zuhri, Shalat dalam Perspektif Kosmologi; Getar

Ruku’ dan Sujud, Jakarta: Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1999

Kartanegara, Mulyadi, Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik Bandung: Mizan, 2005

Kosim, Muhammad, Integrasi Ilmu Umum dan Agama, Padang: Harian Haluan, 23 September 2005

_______, Tanggung Jawab Guru dalam Mendidik Akhlak Siswa, Padang:

Harian Padang Ekspres, 23 Maret 2007

Ma'arif, Syafi'i, Pendidikan Islam di Indonesia; Antara Cita dan Fakta, Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1991

Muhaimin, Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam, Pemberdayaan, Pengembangan Kurikulum hingga Redefinisi Islamisasi Pengetahuan, Bandung: Nuansa, 2003

Muhammad Abduh, Tafsir juz ‘Amma, Penj. Muhammad Bagir, Bandung: Mizan, 1999, cet. ke-5

Muliawan, Jasa Ungguh, Pendidikan Islam Integratif, Upaya Mengintegrasikan Kembali Dikotomi Ilmu dan Pendidikan Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005

Nata, Abuddin, dkk, Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2005

Nata, Abuddin, Paradigma Pendidikan Islam, Jakarta: Grasindo bekerja sama dengan IAIN Syarif Hidayatullah, 2001

Pranggono, Bambang, Mukjizat Sains dalam al-Qur’an; Menggali Inspirasi Ilmiah, Bandung: Ide Islami, 2008, cet. ke-5

Qomar, Mujamil, Epistemologi Pendidikan Islam dari Metode Rasional hingga Metode Kritik, Jakarta: Erlangga, 2005

Redaksi Sinar Grafika (Pengh.), Permendiknas 2006 tentang SI & SKL, Jakarta: Sinar Grafika, 2006

Sabda, Syaifuddin, Model Kurikulum Terpadu Iptek dan Imtaq; Desain, Pengembangan dan Implementasi, Ciputat: Quantum Teaching, 2006

SM, Ismail, et. al. (ed.), Paradigma Pendidikan Islam, (Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2001), hal. 84; Ziauddin Sardar, Rekayasa Masa Depan

Peradaban Muslim, Penj. Rahma Astuti, Bandung: Mizan, 1986

Sulaiman, Abdul Hamid Abu, Krisis Pemikiran Islam, Penj. Rifyal Ka'bah Jakarta: Media Dakwah, 1994

Supriatno, Integrasi Imtaq ke dalam Mata Pelajaran Biologi; Sebuah Model Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA,

(http://supriatno59.blogspot.com/2008/08/integrasi-imtaq-kedalam-

mata-pelajaran.html)

Tolkhah, Imam dan Ahmad Barizi, Membuka Jendela Pendidikan; Mengurai akar Tradisi dan Integrasi Keilmuan Pendidikan Islam, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Zaidan, Hendy dan Sunarno, Suplemen Mata Pelajaran Bahasa dan

Sastra Indonesia untuk Peningkatan Mutu Imtaq Siswa SLTA, Dirjen

Dikdasmen, Bagian Proyek Peningkatan Wawasan Keagamaan, Diknas

Jakarta 2003


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pendidikan Islam STAI Yastis Padang telah terdaftar/terindeksasi pada :