SURAU SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI MINANGKABAU

Saharman Saharman

Abstract


Tulisan ini merupakan studi kepustakaan ( Library research ) dengan pendekatan sejarah yang memfokuskan pada kajian sejarah lembaga pendidikan di Minangkabau, dan sumber skunder mencakup buku-buku yang ditulis oleh pakar sejarah, kemudian sumber sekundernya diambil dari kitab-kitab ulama baik tulisan tangan maupun buku buku yang sudah cetak rapi.

Surau merupakan lembaga pendidikan tertua di Minangkabau yang kekeberadaannya sudah ada semenjak agama Hindu Budha bercokol di Indonesia pada umumnmya dan di Minangkabau khususnya. Ketika agama Hindu Budha masih kuat, surau dijadikan sebagai pusat informasi, konsultasi, tempat bermalam dan pusat pendidikan bagi  masyarakat.  Setelah islamisasi berhasil di Minangkabau fungsi surau tidak berbeda jauh dengan masa Hindu Budha, cuma sudah disesuaikan dengan ajaran ajaran Islam itu sendiri.

Sesuai dengan perkembanmgan dan kemajuan teknologi informasi, surau dijadikan madrasah yang pada awalnya dilakukan dengan system pembelajaran khalakah, kemudian dilanjutkan dengan metode pembelajaran klasikal. Dengan  adanya perobahan fungsi dan nama dari surau ke madrasah atau sekolah maka sekolah-sekolah sekuler yang didirikan oleh Belanda otoritas surau semakin bekurang.

Dengan demikian berakhirlah fungsi surau sebagai lembaga pendidikan dan pembentukan sosial kultural masyarakat Minangkabau dan sampai sekarang surau hanya tinggal nama yang diidentikkan dengan Mushalla atau tempat shalat lain sebagai tempat belajar mengaji. Bahkan lebih dari itu surau sebagai basis pembentukan karakter  yang berdasarkan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah semakin menjauh dari  masyarakat Minangkabau.


Keywords


Pendidikan Islam

Full Text:

PDF

References


Aboe Naim, Sjafnir, Tuanku Imam Bonjol, Sejarah Intelektual Islam di Minangkabau 1784-1832, Padang, Esa Padang, 1988.

Azra ,Azyumardi, Surau Pendidikan Islam Tradisonal dalam Transisi dan Modernisasi, Ciputat, PT Logos Wacvana Ilmu, 2003

---------------------, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan

Nusantara Abad XVII dan XVIII, Bandung, Mizan, 1995

Baharuddin,Daya, Gerakan Pembahartuan Pemikiran Islam Kasus Sumatera Thawalib, Yogyakarta, Tiara Wacana, 1990

.

Bahri, Syamsul, Khatib, Corak Pemikiran Keagamaan Sesudah

Kemerdekaan RI di Sumbar, Hasil Penelitian sebagai Dosen IAIN Imam

Bonjol Padang tahun 1985.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pendidikan di Indonesia dari Jaman ke Jaman, Jakarta: PN Balai Pustaka, 1985

Dhofier, Zamkhasyari, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai Jakarta : LP3ES, 1982, Cet. Ke-1

Djumhur dan Danasuparta, Sejarah Pendidikan , Bandung: CV Ilmu, 1976

Dobbin, Christine, Islamic Revivalism in a Changing Peason Economy Central Sumatera, 1784-1847, London: Curzon Press, 1983

Gazalba, Sidi, Mesjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan Islam, Jakarta, Pustaka al-Husna, 1989

INIS, Kumpulan Karangan Snouck Hurgronje, terjemahan Soedarso Soekarno, (Jakarta: 1993

Kahin, Audrey, Penterjemah Drs.Azmi dkk., Dari Pemberontakan ke Integrasi, Smatera Barat dan Politik Indonesia 1926-1998, Jakarta,

Yayasan Obor Indonesia, 2005

Latief, M.Sanusi , Gerakan Kaum Tua di Minangkabau, Disertasi Jakarta: Perpustakaan IAIN “syarihidayatullah, 1988

Mansoer, MD, Sejarah Minangkabau, Jakarta, Bhatara, 1970

Rahardjo , M.Dawam, (ed.), Pergulatan Dunia Pesantren: Membangun dari Bawah., (Jakarta P3M, 1985) Cet. Ke-1

Syalabi, Ahmad, Sejarah Pendidikan Islam, Terjemahan Mukhtar Jahja dan M.Sanusi Latief, Jakarta: Bulan Bintang, 1973

Yunus,Mahmud, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: 1986

Zed, Mestika, dkk., Sumatera Barat di Panggung Sejarah 1945-1995, Jakarta, Pustaka Sinar Harapan,1998


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pendidikan Islam STAI Yastis Padang telah terdaftar/terindeksasi pada :